Berita/Artikel Litbang Share Information - berita/artikel terkait litbang industri

APLIKASI ALAT PENYULING NILAM MODIFIKASI DI PULAU ACEH

0 Comments
753
12 Jul 2017

Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand Industri) Banda Aceh Kementerian Perindustrian RI yang mempunyai tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) untuk melakukan pengujian produk dan melaksanakan penelitian khususnya yang terkait dengan minyak atsiri, rempah-rempah dan komoditi unggulan daerah dituntut untuk dapat mengaplikasikan hasil-hasil penelitian tersebut ke masyarakat industri baik industri kecil maupun industri besar.

Salah satu hasil penelitian yang diterapkan pada pertengahan tahun 2017 ini adalah alat penyuling minyak nilam modifikasi dimana alat penyuling ini telah disempurnakan pada sistim pendingin minyak (kondensor) yaitu dengan menggunakan dua unit kondensor dimana kondensor I menggunakan sistem “shell and tube” sedangkan kondensor II masih menggunakan sistem spiral. Adanya modifikasi ini perpengaruh pada sistem pendinginannya yang lebih efisien sehingga dapat mencegah penguapan minyak atsiri karena panas yang berlebihan dan berpengaruh langsung terhadap rendemen minyak atsiri yang dapat dihasilkan. Alat penyuling minyak nilam modifikasi ini telah diterapkan di salah satu daerah baru penghasil minyak atsiri yaitu di Pulo Aceh Kab. Aceh Besar tepatnya di Desa Rabo Pulo Nasi Kec. Pulo Aceh Kab. Aceh Besar. Implementasi ini merupakan kelanjutan MOU  No. 631/BPPI/BRS-BA/SPK/X/2016 yang telah di tanda tangani oleh Kepala Baristand Industri Banda Aceh (Ir. Abd. Rahman, MT) dan Ketua Kelompok Tani Nilam Pulo Aceh (Safrizal).

Pulo Aceh merupakan salah satu terluar  yang ada di Kabupaten Aceh Besar Prov. Aceh yang memiliki lahan sangat subur terutama untuk menanam nilam dan saat ini tanaman nilam di Pulau  Aceh  mencapai 30 hektar. Salah satu kendala yang dihadapi para petani nilam di pulau tersebut adalah terbatasnya alat penyuling nilam dimana jika panen tiba mereka harus menunggu antrian untuk dapat menyuling minyaknya bahkan ada tanaman nilam yang membusuk karena tidak sempat disuling.

Dengan adanya implementasi peralatan penyuling minyak nilam modifikasi ini  yang dilakukan oleh Baristand Industri Banda Aceh diharapkan mampu memperpendek antrian penyulingan terutama saat-saat panen besar sehingga semakin meningkatkan gairah masyarakat untuk menanam nilam yang merupakan salah satu komoditas unggulan Prov. Aceh (Lin).

Sumber:http://baristandaceh.kemenperin.go.id/l/index.php?id=berita&kode=46

0.0
Last Modified: -/-
Related Articles: Balai Kemenperin Bikin Alat Digital Uji Suhu Pengerutan Kulit Penyamakan RI Dorong Industri Alat Transportasi dan Pertahanan Ekspor ke Angola Bimtek Hilirisasi Minyak Astiri di Provinsi Aceh Proyek Penguatan Kemampuan Industri Pengerjaan Logam Pendukung Alat Konstruksi di Indonesia Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP)Mempunyai Alat Iso Kenetik
APLIKASI ALAT PENYULING NILAM MODIFIKASI DI PULAU ACEH

No Comments Yet...

Leave a reply

Your email address will not be published.