Berita/Artikel Litbang Share Information - berita/artikel terkait litbang industri

Baterai Litium-Ion Jadi Industri Strategis

0 Comments
1652
19 Mei 2016

Bandung, (PR).-
Kementerian Perindusrtian terus mendorong riset pengembangan baterai Litium-Ion di tanah air. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap barang tersebut, industri baterai Litium-Ion digadang akan menjadi salah satu industri strategis masa depan Indonesia termasuk dalam salah satu program prioritas di Kemenperin.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Haris Munandar mengatakan dengan segala kelebihannya, baterai litium saat ini sedang menjadi primadona. Baterai Litium-Ion mampu menggeser keberadaan baterai sekunder lainnya dalam perangkat portable, seperti baterai Nickle Cadmium (NiCd) atau Nickel Metal Hidrate (NiMH).

Dipaparkannya, sejak beberapa waktu terakhir permintaan peralatan elektronika portable di Indonesia sangat tinggi. Contohnya penjualan smartphone di Nusantara pada 2015, menurut perusahaan riset pasar GfK Indonesia, mencapai 33 juta unit. Sarana penyimpanan energi pada perangkat tersebut adalah baterai Litium-Ion. Tidak hanya smartphone , baterai tersebut juga dibutuhkan pada industri pembangkit energi listrik tenaga surya yang memerlukan unit penyimpanan energi dan sejumlah industri lainnya.

“Belum lagi dari powerbank, Dari situ bisa diperkirakan betapa banyaknya baterai litium-ion yang dibutuhkan. Kebutuhannya luar biasa besar,” katanya yang ditemui di sela Kegiatan Diseminasi Hasil Litbangyasa B4T (Current and Future Application Litium-Ion Bateries dan Peresmian Laboratorium Riset Baterai Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) , di Bandung, Kamis (19/5/2016).

Sayangnya, terus meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap baterai tersebut ternyata belum mampu disediakan oleh industri dalam negeri. Diungkapkan, saat ini belum ada industri di tanah air yang mampu memproduksi baterai tersebut sehingga kebutuhan akan barang tersebut hanya dapat dipenuhi dengan jalan impor. Selama ini, masyarakat indonesia hanya menjadi pasar bagi baterai litium-ion dari negara lain, terutama Tiongkok yang menjadi pengekspor baterai litium-ion ke Indonesia.

“Belum ada satu pun yang mengembangkan sehingga kita hanya menjadi pasar. Negara lain seperti Tiongkok sudah lama melihat bahwa industri baterai ini akan terus berkembang di masa depan”, ujar Haris. (Yulistyane Kasumaningrum)***

 

Sumber : Harian Pikiran Rakyat tanggal 21 Mei 2016

4.6
Last Modified: Selasa 14 Pebruari 2017 12:10
Related Articles: RI Berpotensi Pacu Daya Saing Sektor Hasil Perkebunan Melalui Industri 4.0 Kemenperin Gelar Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 Kemenperin Siap Telurkan Inovasi Startup Industri Kerajinan dan Batik Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Memasuki Era 4.0 Perusahaan Manufaktur Nasional Siap Bertransformasi Menuju Industri 4.0 Industri Manufaktur Nasional Sumbang PDB Tertinggi di Asean Gaet Ratusan Pelanggan, Layanan Balai Riset Industri di Medan "Laris Manis" Menperin Serahkan Penghargaan Industri Hijau Kepada 143 Perusahaan Balai Riset Kemenperin di Surabaya Luncurkan Inovasi Berbasis Industri 4.0 Manufaktur Berdaya Saing Tinggi, Pemerintah Fokus Perkuat Industrialisasi
Baterai Litium-Ion Jadi Industri Strategis

No Comments Yet...

Leave a reply

Your email address will not be published.