Berita/Artikel Litbang Share Information - berita/artikel terkait litbang industri

Kemenperin Dorong Pengembangan Industri Baterai Mobil Listrik Lokal

0 Comments
75
31 Agu 2020

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian berupaya mendorong pengembangan teknologi baterai untuk mendukung pembangunan industri kendaraan listrik nasional dengan mengusung konsep ekonomi sirkular alias circular economy.

 Pasalnya, baterai merupakan komponen kunci pada kendaraan listrik yang berkontribusi hingga 40 persen dari harga jualnya.

 “Baterai merupakan komponen kunci untuk kendaraan listrik dan berkontribusi sekitar 25-40 persen dari harga kendaraan listrik,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi di keterangan resmi, Kamis (27/8/2020).

Pernyataan tersebut disampaikan Doddy pada acara webinar Teknologi Bahan dan Barang Teknik (TBBT) 2020 yang digelar oleh Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kementerian Perindustrian. 

Doddy memaparkan bahwa mobil listrik menggunakan baterai lithium ion dengan bahan aktif katoda, di antaranya melibatkan unsur lithium, nikel, kobalt, mangan, dan alumunium. 

Katoda sendiri, memberikan kontribusi paling tinggi terhadap harga sel baterai lithium, yakni sekitar 34 persen. 

Kemenperin mendorong material tersebut harus diproses di dalam negeri untuk mendapatkan harga yang lebih ekonomis. Apalagi Indonesia memiliki sumber daya alam berlimpah yang dapat diolah menjadi bahan aktif tersebut.

Doddy menyebut, melalui B4T, pihaknya telah berupaya melakukan upaya substitusi impor di bidang energi dengan membuat bahan aktif katoda berbasis NMC (nikel-mangan-kobalt). 

Proses pembuatan material aktif ini menggunakan produk industri smelter Indonesia. Namun, proses substitusi impor bahan aktif katoda memiliki kendala, yaitu sumber lithium. 

"Indonesia tidak memiliki sumber alam mineral lithium. Untuk mengatasi hal ini, perlu proses recovery lithium dari recycle baterai bekas (urban mining). Upaya ini salah satu bentuk circular economy di bidang energi, khususnya kendaraan listrik," ucap Doddy. 

Penelitian terkait urban mining ini sangat diandalkan, tidak terkecuali negara–negara maju. Bagi negara produsen, urban mining ini dijadikan solusi untuk mempertahankan keberlangsungan produksi.

Dengan inovasi tersebut nantinya Indonesia dapat memiliki cadangan lithium meski tidak terdapat tambang lithium dari alam.

Di samping itu, pemerintah pun telah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik (mobil listrik). 

Perpres tersebut menjadi landasan bagi pelaku industri otomotif untuk segera menyusun rancang bangun dalam pengembangan mobil listrik.

 Doddy menegaskan untuk mendorong pengembangan baterai kendaraan listrik dalam negeri diperlukan upaya memanfaatkan sumber daya alam dan substitusi impor komponen baterai yang ditunjang hilirisasi industri baterai lithium.

0.0
Last Modified: -/-
Related Articles: Kemenperin: Industri Kimia Wajib Hindari Resiko Bahan Berbahaya Dorong industri keramik masuk jajaran empat besar dunia, ini strategi Kemenperin Infrastruktur Digital Jadi Bagian Vital Kawasan Industri untuk Pikat Investor ​Era Kebiasaan Baru Jadi Waktu yang Tepat untuk Terapkan Industri 4.0 Pemerintah Dorong Pembuatan Batik Ramah Lingkungan Asosisasi industri baja apresiasi upaya Kemenperin perbanyak SNI wajib Kemenperin Kembangkan Teknologi Sistem Pemantauan Air Limbah dan Emisi Real Time Catat! Ini Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru di Industri Mamin Inovasi Industri dari Balai Riset Kemenperin Dukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Lepas Ekspor Baja Ringan di Masa Pandemi, BPPI Kemenperin: Pejuang-pejuang Industri Ada Di Sini

No Comments Yet...

Leave a reply

Your email address will not be published.