Berita/Artikel Litbang Share Information - berita/artikel terkait litbang industri

Pemerintah Dorong Pembuatan Batik Ramah Lingkungan

0 Comments
112
08 Sep 2020

JAKARTA - Kementerian Perindustrian mendorong pembuatan batik ramah lingkungan. Tujuannya untuk menciptakan efisiensi pemakaian bahan baku, energi, dan hemat air, sehingga limbah yang dihasilkan lebih sedikit.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi mengahtangkat bahwa Hal itu sesuai dengan implementasi prinsip industri hijau yang dapat mendukung konsep ekonomi secara berkelanjutan.

"Praktik industri hijau ini sangat penting dan mutlak untuk segera dilaksanakan guna tercapainya efisiensi produksi serta menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Apalagi, industri ramah lingkungan merupakan sebuah ikon yang harus dipahami dan dilaksanakan dalam menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan," kata dia melalui keterangan resminya, Senin (7/9/2020).

Untuk itu, lanjut Doddy, guna mempercepat penerapan industri hijau dalam aktivitasnya, pelaku usaha perlu memanfaatkan teknologi modern atau hasil riset yang sudah ada. "Pengembangan industri yang ramah lingkungan bisa dilakukan melalui sejumlah cara. Mulai dari produksi bersih, konservasi energi, efisiensi sumber daya, proses daur ulang hingga teknologi rendah karbon," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, Titik Purwati Widowati menjelaskan, kegiatan pelatihan ini berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus 2020 dengan materi yang terdiri dari delapan topik mengenai praktik industri yang ramah lingkungan. Misalnya, penerapan manajemen bahan baku dan kimia, penghematan energi dan air, melakukan daur ulang lilin batik dan larutan bekas pewarna, pengolahan limbah batik, serta penetapan Standar Industri Hijau untuk batik.

"Kami berharap, para anggota APBJ mendapatkan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghasilkan produk batik yang ramah lingkungan dan setelah menerapkan langkah-langkah tersebut, para anggota Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ) ini mendapatkan sertifikat industri hijau," ungkap Titik.

Titik menambahkan, kegiatan pelatihan dan pendampingan juga diharapkan menjadi program strategis untuk kembali membangkitkan gairah usaha pelaku industri batik terhadap dampak pandemi Covid-19. "Selama pandemi, kami terus memberikan pendampingan kepada pelaku industri kerajinan dan batik dengan cara menyelenggarakan kelas umum secara gratis melalui aplikasi Zoom," tambahnya.

0.0
Last Modified: -/-
Related Articles: Dorong industri keramik masuk jajaran empat besar dunia, ini strategi Kemenperin Kemenperin Dorong Pengembangan Industri Baterai Mobil Listrik Lokal Innovating Jogja 2020 Tumbuhkan IKM Kerajinan dan Batik di Masa Pandemi Kemenperin Dorong Penerapan SNI Jaga Daya Saing Produk Batik RI Dorong Trasformasi Industri Digital, Kemenperin Gelar Roadshow INDI 4.0 Kemenperin Lahirkan 'Startup' Inovatif di Sektor Kerajinan dan Batik Kemenperin Giat Cetak 'Startup' Inovatif di Sektor Kerajinan dan Batik Unit Litbang Kemenperin Perkenalkan Aplikasi Batik Analyzer Aplikasi Pendeteksi Batik Tiruan Kemenperin Siap Telurkan Inovasi Startup Industri Kerajinan dan Batik

No Comments Yet...

Leave a reply

Your email address will not be published.