Berita/Artikel Litbang Share Information - berita/artikel terkait litbang industri

DISKUSIKAN MANAJEMEN KONSERVASI AIR SEKTOR INDUSTRI, PUSLITBANG IHLH KUNJUNGI BBKKP

0 Comments
1016
06 Jul 2017

Kamis siang (6/7/2017) berlangsung diskusi mengenai Penyusunan Pedoman Konservasi air di Sektor Industri dengan Puslitbang Industri Hijau dan Lingkungan Hidup (IHLH) BPPI Kemenperin. Diskusi ini dimaksudkan untuk menggali informasi sebagai masukan dalam melakukan kajian untuk menentukan industri yang potensial untuk melakukan manajemen konservasi air dan sekaligus meninjau kesiapan industri tersebut. Kunjungan diterima oleh Kabid Sarana Riset dan Standardisasi, Sutarto didampingi oleh beberapa kepala seksi serta peneliti di bidang kulit dan karet.

Berdasarkan Undang-undang nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, perusahaan industri tertentu dan perusahaan kawasan industri yang memanfaatkan air baku wajib melakukan manajemen air. "Industri kulit dan karet punya ketergantungan air yang besar dalam prosesnya, untuk itu perlu dilihat apakah ada potensi penghematan air", dituturkan oleh Emmy Suryandari, Kepala Bidang Manajemen Energi dan Air, Puslitbang IHLH. 

Dalam proses produksinya, industri penyamakan kulit dan industri pengolahan karet membutuhkan air sekitar 40-50 m3 per ton produk. Melihat besarnya penggunaan air tersebut, perlu dilakukan penghematan dengan melakukan reduce terhadap air baku, serta reuse & recycle terhadap limbah cair yang dihasilkan.

Khusus untuk industri kulit, air baku yang digunakan harus mempunyai basisitas tertentu dan limbah cair yang dihasilkan mengandung salinitas tinggi serta beberapa bahan kimia yang masuk kategori B3 sehingga biaya operasional pengelolaan limbah untuk proses recycle menjadi besar, padahal kebanyakan merupakan industri kecil. Sementara untuk industri karet cukup menggunakan air permukaan (air sungai) sebagai air baku dan dalam proses produksi sedikit menggunakan bahan kimia sehingga memungkinkan industri karet untuk melakukan recycle air limbah karena biaya lebih murah.

Selain kendala biaya, dalam upaya menerapkan manajemen air ini, diperlukan adanya kesadaran dari industri untuk bersama-sama melindungi lingkungan dan sebaiknya dilakukan secara bertahap sehingga tidak memberatkan industri. Berdasarkan pertimbangan ini, industri karet dinilai memungkinkan untuk melakukan pilot project manajemen air.

Sumber:http://www.bbkkp.go.id/konten.php?konten=berita&idn=188

0.0
Last Modified: Senin 17 Juli 2017 10:25
Related Articles: Kemenperin Giat Cetak 'Startup' Inovatif di Sektor Kerajinan dan Batik RI Berpotensi Pacu Daya Saing Sektor Hasil Perkebunan Melalui Industri 4.0 Kemenperin Gelar Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 Kemenperin Siap Telurkan Inovasi Startup Industri Kerajinan dan Batik Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Memasuki Era 4.0 Perusahaan Manufaktur Nasional Siap Bertransformasi Menuju Industri 4.0 Industri Manufaktur Nasional Sumbang PDB Tertinggi di Asean Gaet Ratusan Pelanggan, Layanan Balai Riset Industri di Medan "Laris Manis" Menperin Serahkan Penghargaan Industri Hijau Kepada 143 Perusahaan Balai Riset Kemenperin di Surabaya Luncurkan Inovasi Berbasis Industri 4.0
Penyusunan Pedoman Konservasi air di Sektor Industri

No Comments Yet...

Leave a reply

Your email address will not be published.