Berita/Artikel Litbang Share Information - berita/artikel terkait litbang industri

Langkah Strategis Kemenperin Percepat Transformasi Industri 4.0

1 Comments
720
09 Okt 2019

Pemerintah terus berupaya meningkatkan peran sektor industri manufaktur sebagai penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun sejumlah langkah strategis yang disiapkan, antara lain memacu produktivitas, daya saing produk ekspor, dan penguatan struktur manufaktur.


“Untuk menciptakan sasaran tersebut, kita perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif, kemudian mengaktifkan kegiatan R&D, menggerakkan potensi-potensi sektor ekonomi, dan menjaga kondisi makro ekonomi kita agar tetap stabil,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara pada acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri dengan Wartawan di Padang, Selasa (8/10).


Menurut Kepala BPPI, hal itu bisa terwujud, apabila adanya sinergi lintas kementerian dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait. “Karena komitmen ini harus dijalankan secara bersama-sama. Guna mengakselerasinya, kita perlu melakukan transformasi menuju industri 4.0,” ungkapnya.


Ngakan menegaskan, pihaknya sudah mengukur tingkat kesiapan sejumlah sektor industri di dalam negeri untuk menuju transformasi industri 4.0. Sektor-sektor yang diprioritaskan dalam implementasi tahap awal, sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri kimia, industri otomotif, serta industri elektronika.


“Alat ukur itu kita namakan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), yang tujuannya agar kita bisa mengetahui level kesiapan industri yang bisa kita lakukan assessment. Di samping itu, kami juga sudah membangun ekosistem industri 4.0 dan mengembangkan konsep green industry,” paparnya.


Hingga kini, Kemenperin telah melakukan assessment terhadap 326 perusahaan manufaktur. Dari hasil penilaian tersebut, sejumlah perusahaan sudah siap menuju transformasi industri 4.0. “Selanjutnya, kami juga memberikan bimbingan teknis transformasi industri 4.0 baik itu kepada manager maupun engineer perusahaan,” ujarnya.


Mengenai pembentukan ekosistem industri 4.0 atau yang disebut SINDI 4.0 (Ekosistem Indonesia 4.0), Kemenperin berharap SINDI 4.0 dapat menjadi wadah dalam membangun sinergi dan kolaborasi antar pihak untuk mempercepat proses transformasi industri 4.0, koordinasi antar pihak dalam proses tansformasi industri 4.0, serta jejaring dan kerja sama antar pihak dalam akselerasi proses transformasi industri 4.0.


Ngakan menambahkan, implementasi Making Indonesia 4.0 guna menyikapi kondisi perekonomian dan industri yang berkembang saat ini. “Apalagi, kita ingin membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Maka itu, kita perlu memasuki industri 4.0, dan ini telah menjadi agenda nasional,” imbuhnya.


Penerapan industri 4.0 dinilai mampu mendorong peningkatan produktivitas sektor industri secara lebih efisien. Hal ini karena telah terbangunnya konektivitas melalui pemanfaatan teknologi digital. Misalnya, menggunakan internet of things atau artificial intelligent.


“Bahkan, industri 4.0 akan dapat memunculkan pekerjaan baru yang cukup banyak, seperti teknisi untuk memperbaiki robot dan para tenaga ahli untuk mengolah data-data. Apalagi, sekarang banyak aplikasi yang telah berkembang untuk mendukung dalam proses produksi,” tuturnya.


Ngakan pun optimistis, transformasi industri 4.0 akan mendongkrak kinerja sektor manufaktur nasional. Hal ini akan memperkuat peran industri terus menjadi sektor andalan dalam menopang perekonomian Indonesia. “Industri sebagai kontributor terbesar penerimaan negara, seperti melalui setoran pajak,” terangnya.


Pada tahun 2018, realisasi pajak dari sektor industri mencapai Rp363,60 triliun atau menyumbang 30 persen dari total penerimaan pajak sebesar Rp1.316 triliun. Setoran industri tahun lalu meningkat 11,12 persen dibanding tahun 2017. Selain itu, industri mampu menyumbang penerimaan cukai sebesar Rp159,7 triliun.


Kemenperin juga mencatat, sepanjang Januari-Juni 2019, pengapalan produk manufaktur nasional mampu menembus hingga USD60,16 miliar. Nilai ini berkontribusi sebesar 74,88% dari capaian ekspor nasional yang menyentuh angka USD80,32 miliar di semester pertama tahun ini.

0.0
Last Modified: -/-
Related Articles: Dorong industri keramik masuk jajaran empat besar dunia, ini strategi Kemenperin Kemenperin: Industri Kimia Wajib Hindari Resiko Bahan Berbahaya Infrastruktur Digital Jadi Bagian Vital Kawasan Industri untuk Pikat Investor ​Era Kebiasaan Baru Jadi Waktu yang Tepat untuk Terapkan Industri 4.0 Asosisasi industri baja apresiasi upaya Kemenperin perbanyak SNI wajib Kemenperin Dorong Pengembangan Industri Baterai Mobil Listrik Lokal Kemenperin Kembangkan Teknologi Sistem Pemantauan Air Limbah dan Emisi Real Time Catat! Ini Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru di Industri Mamin Inovasi Industri dari Balai Riset Kemenperin Dukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Lepas Ekspor Baja Ringan di Masa Pandemi, BPPI Kemenperin: Pejuang-pejuang Industri Ada Di Sini
Transformasi Industri 4.0

1 Responses to Langkah Strategis Kemenperin Percepat Transformasi Industri 4.0

Leave a reply

Your email address will not be published.