Berita/Artikel Litbang Share Information - berita/artikel terkait litbang industri

Balai Kemenperin Perbaiki Kualitas Komponen V-Belt Motor Matik

0 Comments
685
23 Agu 2018

Tingginya penggunaan sepeda motor matik di dalam negeri mendorong Balai Besar Kulit Karet dan Plastik (BBKKP) Yogyakarta untuk melakukan penelitian dan pengembangan (litbang) terhadap salah satu komponen penting di kendaraan roda dua tersebut. Komponen vital itu adalah V-Belt, yang berfungsi mendukung kinerja motor matik.

 “V-belt atau belt drive merupakan komponen yang berfungsi untuk memindahkan tenaga mesin ke roda,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara di Jakarta, Kamis (23/8).

Pengembangan v-belt semakin potensial dengan meningkatnya penjualan motor matik. Merujuk data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor di tahun 2017 mencapai 5,8 juta unit. Dari total tersebut, sebanyak 4,5 juta unit atau 82 persen merupakan angka penjualan motor matik.

 Menurut Ngakan, kualitas serat karet dan sifat reologi komponen v-belt perlu dimaksimalkan. Upaya ini dapat memacu daya saing produk otomotif nasional di tingkat domestik dan global. “Kami konsisten mendorong kegiatan litbang di setiap unit pelayanan teknis Kemenperin, khususnya di bawah binaan BPPI. Ini guna menjawab kebutuhan industri nasional,” paparnya.

Dalam pengembangan v-belt, BBKKP Yogyakarta bekerja sama dengan PT Bando Indonesia. Riset ini dilakukan dengan mencoba beragam variasi perbandingan polimer Natural Rubber (NR) dan Compression Rubber (CR).

 “Selain itu, penggunaan akselerator dan sulfur juga dilakukan untuk menghasilkan karet dengansifat reologi yang baik sehingga mampu melekat dengan sempurna,”jelasnya. Penggunaan serat alam pada v-belt yang dihasilkan menjadikannya bersifat biodegradable, mudah diproses, tidak beracun, serta lebih ringan.

 Dengan melakukan modifikasi serat alam dan campuran serat sintetis, Ngakan meyakini, dapat dihasilkan formulasi terbaik dengan komparasi Parts per Hundred Rubber (phr) antara crumb rubber (CR)  – karet remah dengan Ribbed Smoked Sheet I (RSS I) yaitu 70:30.

Formula hasil penelitian ini juga telah diuji dan sesuai dengan standar JASO E-107. JASO E-107 merupakan standar untuk Automotive V-Belts and Corresponding V-Pulley Grooves - Shape and Dimensions yang dikeluarkan oleh Japan Automobile Standard Organization (JASO).

 Potensi penyerapan serat alam didukung dengan luas areal perkebunan karet di dalam negeri yang mencapai 3,6 juta hektare dan produksi sebesar 3,6 juta ton pada tahun 2017. “Maka penelitian ini sangat berpotensi digunakan untuk mendukung program hilirisasi produk berbasis karet,” ungkap Ngakan.

Selain melakukan penelitian, BPPI Kemenperin melalui 11 Balai Besarnya juga memiliki tugas dan fungsi pokok untuk melayani pengujian, sertifikasi, standardisasi industri, dan pelayanan kalibrasi bagi industri di Indonesia.

0.0
Last Modified: -/-
Related Articles: Kunjungan Kerja Kepala BPPI Kemenperin ke Balai Sertifikasi Industri Balai Riset Kemenperin Ciptakan Beragam Inovasi untuk Kemudahan IKM Langkah Strategis Kemenperin Percepat Transformasi Industri 4.0 Balai Kemenperin Temukan Inovasi Cara Ubah Sampah Plastik Menjadi BBM Kemenperin Lakukan Pilot Pendampingan Industri 4.0 Kepada 10 Perusahaan Pacu Industri Makanan, Balai Besar Industri Agro Manfaatkan Teknologi 4.0 Manfaatkan 'Patent Mapping', Kemenperin Cari Peluang Inovasi Pendukung Kendaraan Listrik Mati Lampu? Balai Kemenperin Ciptakan Penyimpan Daya Listrik Portabel Si Telmi Biam Masuk Peringkat Top 45, Inovasi Kemenperin Dukung Industri Minyak Kayu Putih Dorong Trasformasi Industri Digital, Kemenperin Gelar Roadshow INDI 4.0
V-Belt Motor Matik

No Comments Yet...

Leave a reply

Your email address will not be published.