Litbang Baristand Palembang - Solid Tyre Solid Tyre

Litbang Solid Tyre - Baristand Palembang

Ban secara umum berfungsi sebagai peredam getaran, menyeimbangkan, mengontrol, dan sebagai penahan beban kendaraan pada saat melaju maupun diam. Ban terdiri beberapa type dan jenis antara lain ban yang diisi dengan angin, ban padat (solid tyre). Type dan ukuran ban disesuikan dengan jenis kendaraan, dan peruntukannya. Ban untuk semua tipe umumnya terbuat dari campuran karet alam, karet sintesis, dan bahan proses lainnya. Sifat mekanik dan mutu ban ditentukan oleh bahan yang digunakan, rasio bahan, proses mastikasi, proses vulkanisasi, dan pencetakan.

Solid tyre (ST) merupakan ban padat dengan spesifikasi khusus yang dirancang untuk berbagai jenis kendaraan berat seperti ban forklift maupun kendaraan ringan seperti ban sepeda sport maupun ban kursi roda pasien (wheelchair). Ban padat untuk kendaraan ringan seperti untuk kursi roda pasien dibuat dari dari karet alam, karet sintesis, dan campuran bahan dari plastik. Karet alam untuk pembuatan ban padat berfungsi untuk mengurangi getaran pada saat digunakan. Hal ini disebabkan karet alam mempunyai keunggulan dibandingkan dengan karet sintetis.

Keunggulan karet alam bersifat elastisitas, flekibel, liat dengan kekenyalan yang tidak dapat digantikan oleh karet sintetis. Keunggulan karet alam lebih kuat dan elastis dengan kelemahan mudah rusak oleh hidrokarbon, ozon, dan asam. Kelemahan karet alam terutama terhadap serangan ozon dapat dilindungi dengan menambahkan antidegradan pada saat proses vulkanisasi. Sifat mekanik ST selain ditentukan oleh jenis dan mutu karet, ditentukan oleh bahan pengisi penguat, bahan pengisi penambah volume, bahan pelunak, proses mastikasi, proses vulkanisasi, dan proses pencetakan. Rasio bahan pengisi penguat, bahan pengisi penambah volume, bahan pelunak terhadap ST berpengaruh terhadap sifat mekaniknya. Bahan pelunak yang ditambahkan pada saat pembuatan kompon di open mill bertujuan untuk melunakkan sifat mekanik karet alam agar bahan proses yang ditambahkan lebih muda disisipkan sehingga dapat terdistribusi keseluruh bagian karet. Bahan pelunak untuk pembuatan kompon karet umumnya berasal dari turunan minyak bumi seperti minarex, white oil, DOP, dan DBP.

Pengembangan karet alam menjadi ban telah banyak dilakukan melaui berbagai proses seperti proses mastikasi dan vulkanisasi dengan berbagai metode termasuk jenis bahan, rasio bahan, dan prosesnya. Bijarmi et al., (2010) telah melakukan penelitian sifat mekanik ban dari karet alam dan carbon black N550 yang Pengembangan karet alam menjadi ST pada penelitian ini dilakukan dengan menambahkan bahan pengisi dari sumber daya alam lokal sebagai bahan proses (silika dari pasir kuarsa, kaolin, abu terbang batubara, karbon aktif dari tempurung kelapa, dan minyak jelantah dari minyak nabati). Bahan lokal yang ditambahkan dapat meningkatkan sifat mekanik dan mutu ST. ST yang dibuat pada penelitian ini hanya mengunakan karet alam tanpa karet sintesis. Pengembangan karet alam menjadi barang jadi karet tanpa bahan pengisi berdampak pada sifat mekanik. Bahan pengisi yang ditambahkan berpengaruh terhadap struktur, dan kekeran produk, sementara bahan pelunak berfungsi untuk memudahkan terdispersinya bahan proses yang ditambahkan.

Pengembangan karet alam dengan bahan pengisi penguat, bahan pengisi penambah volume, dan bahan lainnya untuk ST dilakukan melalui proses vulkanisasi menggunakan sulfur. Proses vulkanisasi merupakan penentu dari keseluruhan proses teknologi karet, karena proses ini menentukan sifat mekanik produk yang dihasilkan. Dalam proses vulkanisasi terjadi serangkaian reaksi kimia yang kompleks antara karet, sulfur dengan bahan lainnya yang mengubah sifat mekanik karet dari lembut menjadi lebih kuat melalui pembentukan ikatan silang antara molekul rantai panjang karet.