Litbang BBT Bandung - Coir Fiber Pengembangan Prototipe Panel Pengendali Kebisingan Suara dari Serat Alam Sabut Kelapa (Coir Fiber)

Pengembangan Prototipe Panel Pengendali Kebisingan Suara dari Serat Alam Sabut Kelapa (Coir Fiber)

Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya, yaitu pembuatan kain non woven yang memanfaatkan sabut kelapa, baik seratnya (coir fiber) maupun gabusnya (coco peat). Metoda pembuatannya adalah dengan cara pengikatan secara kimia (chemical bonded) antara kain tenun sebagai dasar dengan serat kelapa, menggunakan matriks polimer resin sebagai pengikat, dan dengan menonjolkan desain permukaan. Desain permukaan diciptakan dengan variasi desain dan variasi warna serat kelapa melalui proses pemasakan, pemutihan dan pencelupan, serta variasi bentuk taburan serat dan gabus sesuai kreasi di atas kain dasar. Dari variasi tersebut dibuat produk-produk kria dengan paduan jahitan, sulaman ataupun lukisan, yang bertujuan mengikuti trend yang diminati pasar dengan suasana alami. Proses finishing dilakukan dengan memberikan proses anti air dan minyak untuk meningkatkan keawetannya.

Hasil uji sifat fisik dan ketahanan luntur warna dengan cat pigmen dan zat warna reaktif memberikan nilai yang relatif baik.   Berat bahan non woven rata-rata adalah lebih besar dari 300 g/m2, yang dapat dikategorikan sebagai kain berat, sehingga dapat dirujuk pada mutu kain denim. Hasil uji kekuatan tarik dan ketahanan luntur warnanya memenuhi persyaratan mutu kain denim (SNI 08-0560-89). Dari tinjauan aspek ekonomi dengan asumsi penggunaan sabut kelapa 500 kg/hari dan rencana penjualan produk kria 120.000 buah/tahun seharga rata-rata Rp 50.000 – Rp. 80.000, akan diperoleh laba per tahun 5,9 % – 19,7%, titik pulang pokok (BEP) 83,3 – 93,1 dan return on investment (ROI) terlaksana pada tahun ke 4.