Making Indonesia 4.0  

Making Indonesia 4.0 telah dicanangkan sebagai sebuah peta jalan dalam rangka mendorong Indonesia menjadi bagian dari 10 besar ekonomi dunia pada 2030. Sejak peluncurannya oleh Presiden RI beberapa waktu lalu, Kementerian Perindustrian ditunjuk sebagai leading sector dalam hal ini telah melakukan berbagai langkah untuk mempercepat penerapan Making Indonesia 4.0, sebagai game changer pertumbuhan ekonomi nasional. Pengembangan Industri 4.0. akan difokuskan pada 5 sektor manufaktur prioritas yaitu industri otomotif, kimia, elektronika, makanan & minuman, serta industri tekstil.

Salah satu upaya strategis untuk mendukung percepatan adopsi Industri 4.0 adalah mendorong perusahaan-perusahaan yang unggul di sektornya terutama dalam kesiapan menerapkan teknologi Industri 4.0 untuk ditetapkan sebagai Lighthouse Industri 4.0. Penetapan perusahaan tersebut sebagai Lighthouse Industri 4.0 diharapkan mampu menjadi contoh bagi perusahaan/industri manufaktur yang lain untuk dapat mengambil  manfaat positif dari penerapan Industri 4.0.

Hingga saat ini Word Economic Forum (WEF) telah menetapkan 26 lighthouse sebagai showcase atau demonstrasi dari implementasi Industri 4.0 dengan manufakturing digital dari produsen terkemuka di seluruh industri di dunia. Adapun 2 lighthouse tersebut merupakan perusahaan di Indonesia yaitu PT Schneider Electric Manufacturing Batam (PT SE MB) di Batam dan PT Petrosea, Tbk di Tabang Kaltim. Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menunjuk PT Schneider Electric Manufacturing Batam (PT SE MB) sebagai Lighthouse Industri 4.0 di Indonesia karena memiliki banyak pengalaman dan kompetensi dalam mendirikan fasilitas  smart factory serta journey transformasi digital di sektor industri elektronika. Diharapkan sebuah lighthouse atau champion akan menjadi  role model sekaligus juga mitra dialog pemerintah dalam implementasi Industri 4.0 di Indonesia.

Untuk menetapkan Lighthouse  Industri 4.0 di Indonesia, diperlukan suatu panduan yang diharapkan menjadi acuan bagi perusahan/industri yang potensial dan unggul di sektornya untuk dapat ditetapkan sebagai the next lighthouse Industri 4.0 di Indonesia dan menjadi landasan hukum bagi penetapan Lighthouse Industri 4.0 di Indonesia.

Sebagai salah satu tahapan dalam penetapan Lighthouse  Industri 4.0 di Indonesia dengan mengisi online survey sebagai berikut sebelum dilakukan verifikasi lapangan.


Link Kuisioner Online dapat diakses di: ONLINE SURVEY PENETAPAN LIGHTHOUSE INDUSTRI 4.0 DI INDONESIA


I.    Pengisian Kuesioner

Sistem penilaian berdasarkan skala rating dengan menggunakan skor angka 0 sampai dengan 3 (angka nol sebagai skor terendah jika kriteria tidak applicable untuk diterapkan dan angka tiga sebagai skor tertinggi). Penetapan skor didasarkan pada hasil evaluasi/analisa dari masing-masing kriteria dengan menggunakan indikator yang telah ada pada saat evaluasi dan validasi di lapangan.

 

II.  Perhitungan Nilai Kuesioner

Setelah perusahaan mengisi kuesioner online, dilakukan verifikasi pada bagian yang masih diperlukan klarifikasi langsung dan dihitung penilaiannya pada masing-masing bagian dengan dikalikan bobot sebagai berikut:

                I.       Tidak diberikan nilai dan pembobotan

              II.       Prioritas perusahaan terkait penerapan industri 4.0 (bobot 10%)

-      Prioritas rendah diberi nilai 1

-      Prioritas sedang diberi nilai 2

-      Prioritas tinggi diberi nilai 3

             III.      Status Implementasi (bobot 10%)

-      Status implementasi tidak ada diberi nilai 0

-      Status implementasi basic diberi nilai 1

-      Status implementasi developing ada diberi nilai 2

-      Status implementasi advance ada diberi nilai 3

             IV.      Penerapan teknologi dan aplikasi Industri 4.0 (bobot 25%)

Kriteria dari mulai nilai 0 hingga 3 sesuai level penerapan

              V.      Dampak terhadap Bisnis (bobot 20%)

Kriteria dari mulai nilai 1 hingga 3 sesuai dampak terhadap bisnis

                   VI.       Penilaian keseluruhan penerapan Industri 4.0 (bobot 35%)

Kriteria dari mulai nilai 1 hingga 3 sesuai kategori masing-masing

 

Rumus perhitungan :

rumus 

Keterangan :

Apabila nilai lebih dari 75% maka layak untuk dilanjutkan dengan tahapan evaluasi lapangan.