Database Litbang Informasi Detail Litbang Industri

Kompor Gas Batik

Invensi ini mengenai alat kompor batik dengan menggunakan bahan bakar gas, dengan menggunakan sistem otomatisasi elektronik untuk pengaturan suhu dengan menyalakan dan mematikan kompor tersebut sesuai dengan panas yang ideal yang dibutuhkan untuk melakukan pengecapan batik, yang mencakup; suatu kerangka empat persegi panjang, di di dua sisinya terdapat bidang yang berfungsi menahan cipratan lilin batik pada proses pengecapan, suatu unit otomatisasi, suatu unit burner kompor gas dan loyang tempat lilin batik dipanaskan.

Kompor Wajan Listrik Batik Cap

Kompor wajan listrik batik cap menurut invensi ini, yang terdiri dari: Suatu wajan (1) yang mempunayi bentuk empat persegi melebar kearah atas, sebagai wadah tempat lilin batik. Suatu isolator penyekat panas (2) yang diposisikan dibawah wajan (1) untuk menyekat suhu panas dari pemanas tidak merambat ke casing (4), Suatu lampu indikator (3) yang berfungsi sebagai tanda penunjuk bahwa kompor wajan dalam keadaan hidup atau mati. Suatu casing (4) mempunyai bentuk silinder yang berfungsi sebagai dudukan kompor wajan listrik batik cap dan dudukan sejumlah komponen dan sebagai pelindung komponen tersebut. Sedikitnya tiga buah kaki kompor (8) yang berfungsi sebagai penyangga kompor wajan listrik batik cap secara keseluruhan. Suatu thermostart (5) yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus listrik untuk mengkondisikan suhu lilin pada kondisi panas tertentu yaitu [85°-95°C]. Suatu saklar On/Off (6) yang berfungsi untuk menghidupkan kompor wajan listrik batik cap dan suatu pemanas (7) yang merupakan suatu rangkaian lilitan kawat listrik sebagai sumber panas.

Komposisi Hand and Body Lotion Mengandung Polifenol Biji Kakao Tidak Difermentasi

Tujuan dari invensi ini adalah untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan invensi terdahulu dengan menyediakan formula dan proses pembuatan hand and body lotion dari lemak kakao yang mengandung polifenol yang diekstrak dari kakao, khususnya dari biji kakao non fermentasi sehingga memiliki khasiat sebagai anti aging. Produk hand and body lotion dari lemak kakao menurut invensi ini diwujudkan dalam bentuk formula yang terdiri dari lemak kakao sebanyak 2-6%, asam stearat 0,5-1%, setil alkohol 1- 3%, gliserin 1-3%, minyak zaitun 0,5-1%, emulsifier 0,5-1%, pengawet 0,2-1%, parfum 0,2-0,8%, aquadest 65-90%, polifenol 0,2-0,6% dan dari berat; dengan proses pembuatannya melalui tahapan mengekstrak polifenol dari biji kakao, pemanasan bahan baku lotion, pencampuran bahan baku lotion, mendinginkan campuran yang telah membentuk lotion dan menambahkan bahan polifenol kakao dan pengawet ke dalam lotion.

Komposisi Karet Alam dan Bahan yang Digunakan untuk Membuat Rubber Tips untuk Alas Tongkat (Kruk)Pas

Untuk mengatasi kelemahan invensi sebelumnya terutama kelemahan rubber tip yang ada pada bagian bawah (alas) yang sering mengalami pengelupasan dan pada bagian bawah tongkat (logam) dengan alas karet (karet penyangga tongkat sering sering terjadi kerusakan atau sering sobek/berlobang akibat beban atau tumpuan tongkat. Rubber tips hasil invensi ini mempunyai keunggulan tahan terhadapkerusakan pada bagian alas dengan laintai dapat diminimalisasi dan pada bagian ujung tongkat dengan karet tahan terhadap tumpuan atau beban dari tongkat. Selain itu keunggulan rubber tips pada invesi ini bahan pelunak yang digunakan berasal minyak nabati dimana pada invensi sebelumnya menggunakan bahan pelunak dari minyak bumi. Bahan pelunak dari minyak bumi seperti: minarex, wait oil, dioktilftalat (DOP), didioktilsebakat (DOS), di-n-butyl sebacate (DBS), dan dI-N-butilftalat (DBP) tidak dapat diperbaharui dan tidak ramah lingkungan. Untuk mengatasi kelemahan bahan pelunak turunan dari minyak bumi maka pada pembuatan rubber tips sebagai subsitusinya digunakan minyak nabati turunan dari minyak sawit (palm oil). Selain itu pigmen warna yang digunakan pada invensi ini berasal dari komposit carbon black dari biomassa dengan titanium dioksida.

Komposisi karet Alam dan Bahan yang Digunakan untuk Membuat Solid Tyre (Ban Pejal) Kursi Roda Pasien

Untuk mengatasi kelemahan invensi sebelumnya terutama bahan yang digunakan seperti zat warna abu-abu yang berasal dari impor, dimana pada invensi ini sebagai subsitusinya adalah carbon black dari tempurung kelapa maupun dari cangkang sawit bersama dengan titanium dioksida (TiO2) pada rasio tertentu dapat membetuk warna abu-abu. Bahan pelunak yang umumnya digunakan pada invensi sebelumnya berasal dari bahan pelunak turunan minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui dan tidak ramah lingkungan seperti: minarex, wait oil, DOP, dan DBP. Untuk mengatasi kelemahan bahan pelunak turunan dari minyak bumi maka pada pembuatan solid tyre sebagai subsitusinya yang digunakan adalah minyak nabati dari turunan dari minyak sawit (palm oil) sebagai bahan pelunak.

Komposisi Krim Wajah dengan Kandungan Ekstrak Polifenol Kakao yang Memiliki Efek Anti Penuaan

Tujuan dari invensi ini adalah untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan invensi terdahulu dengan menyediakan formula dan proses pembuatan krim yang mengandung polifenol yang diekstrak dari kakao, khususnya dari biji kakao non fermentasi sehingga memiliki khasiat sebagai anti aging. Produk anti aging menurut invensi ini diwujudkan dalam bentuk formula yang terdiri dari lemak kakao 3-5%, minyak zaitun 1-3%, setil alkohol 12-16%, surfaktan 2-4%, aloe vera kurang dari 1%, rumput laut kurang dari 1%, propilen glikol 2-4%, aquadest 65-75% dan pengawet 1% dari berat; dengan proses pembuatannya melalui tahapan mengekstrak polifenol dari biji kakao, rumput laut dan aloe vera; membuat fasa air, membuat fasa lemak, mencampur fasa air dengan fasa lemak, mendinginkan campuran fasa air dan fasa lemak yang telah membentuk lotion dan menambahkan bahan polifenol kakao ke dalam lotion.

KOMPOSISI LILIN BATIK DENGAN PWS (PARAFFIN WAX SUBTITUTE) DAN KOMPOSISI PEMBUATANNYA

No Paten : P00201602170 lnvensi ini bertujuan untuk menyediakan lilin batik siap pakai jenis klowong tulis dan klowong cap pada proses pembuatan produk batik dengan suatu formulasi kandungan PWS (paraffin wax substitute )

Komposisi Lilin Batik Dengan Pws (Paraffin Wax Subtitute) Dan Komposisi Pembuatannya

Malam batik merupakan salah satu bahan baku yang penting dalam industri batik. Seiring dengan berkembangnya industri batik di Indonesia kebutuhan terhadap malam batik setiap tahun semakin meningkat. Penelitian malam batik dengan kandungan PWS (Paraffin Wax Subtitute) bertujuan untuk pemanfaatan bahan terbarukan berbasis bahan baku lokal sebagai subtitusi parafin impor, Kendal (lemak hewan) dan minyak kelapa dan untuk memberikan rasa aman konsumen dari kehalalan malam batik. Kegiatan ini meliputi pembuatan malam batik dengan komposisi PWS yang ditentukan, meliputi malam batik klowong tulis (A) dan klowong cap (B) serta uji kualitas malam batik pada proses pembatikan dan pelorodan. Dari hasil penelitian didapatkan 2 (dua) komposisi malam batik PWS yang terbaik yaitu A1 dan B1, dengan nilai uji kualitas masing-masing 473 dan 476. Titik leleh A1 dan A2 adalah 60 ⁰C. Malam batik dapat terlepas seluruhnya dalam proses pelorodan pada suhu 60 – 100 ̊C. Hasil perhitungan tekno ekonomi adalah malam batik klowong tulis memiliki margin -8,8% dan malam batik klowong cap memiliki margin 5,5%. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa malam batik klowong tulis dan cap berbahan baku PWS memiliki kualitas yang baik mendekati malam batik standar.

Komposisi Lilin Batik Dengan Pws (Paraffin Wax Subtitute) Dan Komposisi Pembuatannya

Malam batik merupakan salah satu bahan baku yang penting dalam industri batik. Seiring dengan berkembangnya industri batik di Indonesia kebutuhan terhadap malam batik setiap tahun semakin meningkat. Penelitian malam batik dengan kandungan PWS (Paraffin Wax Subtitute) bertujuan untuk pemanfaatan bahan terbarukan berbasis bahan baku lokal sebagai subtitusi parafin impor, Kendal (lemak hewan) dan minyak kelapa dan untuk memberikan rasa aman konsumen dari kehalalan malam batik. Kegiatan ini meliputi pembuatan malam batik dengan komposisi PWS yang ditentukan, meliputi malam batik klowong tulis (A) dan klowong cap (B) serta uji kualitas malam batik pada proses pembatikan dan pelorodan. Dari hasil penelitian didapatkan 2 (dua) komposisi malam batik PWS yang terbaik yaitu A1 dan B1, dengan nilai uji kualitas masing-masing 473 dan 476. Titik leleh A1 dan A2 adalah 60 ⁰C. Malam batik dapat terlepas seluruhnya dalam proses pelorodan pada suhu 60 – 100 ̊C. Hasil perhitungan tekno ekonomi adalah malam batik klowong tulis memiliki margin -8,8% dan malam batik klowong cap memiliki margin 5,5%. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa malam batik klowong tulis dan cap berbahan baku PWS memiliki kualitas yang baik mendekati malam batik standar.

Komposisi Lilin Batik Untuk Produk Batik Warna Alam Dan Proses Pembuatannya

Komposisi lilin batik untuk produk batik warna alami dan proses pembuatannya menurut invensi ini menggunakan bahan dasar alami yang mengandung damar matakucing (Agathis dammara (Lamb) sebesar 5-10% berat; gondorukem (resina colophonium) sebesar 550%; Lilin lebah sebesar 10-30% berat, parafin 1-10% berat; lemak Hewan sebesar 1-20% berat; lilin bekas sebesar 5-30 berat%, dengan proses pembuatan meliputi tahapan dengan sistem pemasakan pada suhu 40-850c dan waktu 30-60 menit, dihasilkan adanya peningkatan kualitas produk batik warna alam dengan ketahan luntur memiliki grade scale dengan nilai 3-4, dan nilai uji pelepasan lilin batik dimana lilin batik dapat terlepas 100% pada kain pada suhu 60-S0oc. Usulan: dihasilkan adanya peningkatan efisiensi proses pelorodan dengan nilai 100% lilin batik terlepas dari kain pada suhu 80°c.